berserri

berserri

Selasa, 16 Agustus 2016

PETUGAS PAS DAN WBP RUTAN WATES DUKUNG PEMECAHAN REKOR MURI

Seluruh Petugas Pemasyarakatan dan WBP Rutan Kelas IIB Wates  turut serta mendukung acara yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan HAM untuk menyambut peringatan HUT ke-71 RI Senin (15/08/2016). Acara tersebut akhirnya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) dan menjadi rekor nasional, yakni peserta terbanyak dalam menyanyikan lagu nasional 'Hari Merdeka' secara serentak dan pertandingan olahraga tradisional terompah panjang.
sejak pukul 06.00 WIB persiapan sudah dimulai dan pukul 07.30 WIB, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D mengawali acara dengan disambut tradisi asli betawi yakni Palang Pintu dan atraksi silat.
Pemecahan rekor Muri disaksikan Menkumham melalui aplikasi zoom secara live pada pukul 08.00 WIB/09.00 WITA/10.00 WIT yang terkoneksi dengan lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di seluruh Indonesia, yang dipusatkan di Lapas Narkotika Klas IIA Cipinang, Jakarta Timur.
Menkumham berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk upaya warga binaan dalam menjaga budaya bangsa. Selain itu, ketegangan para narapidana selama berada di dalam tahanan pun dapat disalurkan dalam kegiatan yang positif.
"Berkembangnya kemajuan teknologi jangan sampai mengikis budaya bangsa. Kita harus melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia sebagai identitas bangsa yang harus dihormati, termasuk oleh WBP dan seluruh jajaran pemasyarakatan," ujar dia.
Pemecahan rekor Muri menyanyikan lagu 'Hari Merdeka' itu melibatkan lebih dari 150 ribu warga binaan, termasuk petugas lapas di 477 Pemasyarakatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Konduktor Addie MS pun dilibatkan dalam memimpin warga binaan melantuntan lagu nasional tersebut.
Pemecahan rekor Muri itu dihadiri oleh Dirjen Pas I Wayan Dusak, Ketua Dewan Muri Jaya Suprana, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi, dan sejumlah tokoh lainnya. Komedian Cak Lontong turut memeriahkan dan diamanahkan menjadi MC acara.
untuk Rutan Kelas IIB Wates saat ini dihuni oleh 81 orang WBP yang terdiri dari 56 orang tahanan dan 25 Narapidana dan seluruhnya mengikuti acara tersebut.

Jumat, 01 Juli 2016

KUNJUNGI RUTAN WATES WBP DIBERI TV OLEH BUPATI KULON PROGO


Wates-Warga binaan pemasyarakatan dari Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates patut bersyukur dan bergembira, pasalnya setelah mendapat kunjungan dari Bupati Kulon Progo dan Wakil Bupati Kulon Progo serta jajarannya di Aula Dalam Rutan Wates pada Rabu, 28 Juni 2016 mereka mendapatkan Televisi LED 32 Inchi. Televisi tersebut pada sore pukul 15.00 WIB langsung dikirim oleh staf dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Pemberian televisi LED ini merupakan bentuk kepedulian Bapak dr.H.Hasto  Wardoyo,Sp.OG(K) terhadap warganya, khususnya siswa yang sedang menjalani pembinaan di Rutan Wates ini. Sebagaimana diberitakan bahwa Bupati dan Wakilnya mengunjungi Rutan Wates untuk melakukan agenda pentasarufan dana Bazda sebesar Rp.7.700.000,- dan pemberian motivasi kepada siswa (sebutan lain warga binaan pemasyarakatan di rutan).

Dalam kunjungan tersebut siswa diberikan kesempatan untuk bertanya atau sekedar menyampaikan keluhan selama menjalani pembinaan. Salah satu siswa bernama Merro memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan bahwa televisi yang digunakan untuk sarana hiburan bagi WBP berjumlah 77 (tujuh puluh tujuh) mengalami kerusakan, adapun gambarnya kurang jelas, pada saat mengganti chanel harus menggunakan lidi karena remote sudah tidak dapat digunakan. Mendengar keluhan tersebut Bupati Kulon Progo langsung menyanggupi permintaan tersebut dan menjanjikan sebelum lebaran televisi sudah diberikan, tak perlu menunggu lebaran hari ini televisi tersebut sudah dapat dinikmati oleh seluruh siswa Rutan Wates.

Tak lupa Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajarannya yang telah memberikan perhatian pada warga binaan pemasyarakatan dari tahun ke tahun, semoga menjadi berkah dan ladang amal ibadah kelak di akhirat. Disinilah letak peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pembinaan narapidana sehingga tidak merasa jenuh selama menjalani hukuman dan menghindari pola pikir yang negatif. 

kontributor : dannu

77 SISWA WARGA BINAAN DIKUNJUNGI BUPATI


Sebanyak 77 (tujuh puluh tujuh) Siswa warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates yang sedang mengikuti Agenda Pesantren Ramadhan 1437 H, dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati. Dalam kesempatan ini Bupati melakukan pentasarufan dan pemberian motivasi kepada siswa. Siswa sebelumnya juga mendapatkan berbagai pelatihan untuk membangun kemandirian, sehingga setelah lulus dapat bersama masyarakat membangun negeri.

Bupati Kulon Progo beserta Wakil Bupati kunjungi siswa warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wates, Rabu (29/6). Dalam kesempatan tersebut dilakukan pentasarufan dana Bazda dan Pemberian motivasi kepada siswa warga binaan.

Dalam kesempatan tersebut, setelah sholat dhuhur berjamaan dilakukan Pengajian oleh Ustad Wawan, Dan Pentasarufan zakat dari Bazda untuk bantuan kepada siswa warga binaan sebesar Rp.7.700.000,-,  dilanjutkan tanya jawab siswa dengan Bupati dan Wabup. Dan ditutup doa oleh ka Kemenag Kab Kulon Progo.

Kepala Rutan Kelas IIB Wates Hero Sulistiyono,Bc.IP.,SH,MSi Menyampaikan, kondisi rutan kelas IIB Wates aman terkendali. selaku pembina Hero Sulistiyono berupaya membimbing Siswa warga binaan. Beliau berharap, setelah kembali ke keluarga, siswa warga binaan tidak mengulangi perbuatan melawan hukum kembali, dan dapat bersama masyarakat dapat membangun negeri. "Jumlah napi di sini ada 77 warga" kata Hero Sulistiono.

Sedangkan Agenda Pesantren Ramadhan 1437 H, yang dilaksanakan antara lain Sholat dhuha bersama, Baca tulis dan hafalan Al Quran, Latihan musik Hadroh, Sholat dhuhur pengajian berjamaah, Buka puasa bersama dan sholat magrib berjamaah, Sholat isya tarawih dan kotbah, serta Tadarus Al-Quran. "Untuk membina kemandirian, diberikan bimbingan jadi tukang las, pertanian, perikanan, menjahit, tukang kayu,
Membuat sapu ijuk" kata Hero lebih lanjut.
Setelah pentasarufan dana, Dilanjutkan pemberian motivasi dari Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Sumber : www.kulonprogokab.go.id